Posts

Bukalah Mata, Jangan Kau Tutup dengan Jemarimu..

Saya berjalan diantara bebatuan, bebatuan terjal yang seringkali menghadang jalan serta angin yang berembus kalang kabut tak karuan. Kawin-mawin tubruk menubruk membentuk rasa gundah dan gelisah luar biasa. Pikiranku kalang kabut, tak pernah aku lupa tentang bagaimana jalan yang harus aku tempuh. Aku telah mencoba sebisaku, kutanyakan pada rerumputan di kiri kanan jalanku. Tapi harus akui bahwa semuanya tidaklah semudah yang aku kira, jalan yang kutempuh memang susah bukan main, berbelit-belit, tapi bukankah perjuangan harus tetap diteruskan? Kalau saja aku berdiri siang ini dan saya katakan semuanya akan baik-baik saja, ilmu-ilmu yang aku dapatkan hanya akan sampai pada tahap non-istimewa dan akan stagnan di tempat.
Image
Pelindo III: Poros Kebangkitan Maritim Indonesia Gambar by Google.com Indonesia adalah negara yang luar biasa kaya dengan keanekaragaman sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Salah satu potensi alam Indonesia ialah kekayaan maritim Indonesia. Kekayaan maritim Indonesia perlu pemanfaatan maksimal untuk kemakmuran rakyat. Salah satu jembatan yang bisa mengantarkan Indonesia ke arah kemajuan maritim Indonesia ialah Pelindo III. PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) adalah BUMN yang memiliki tugas, wewenang, dan tanggung jawab untuk mengelola Pelabuhaan Umum pada 7 wilayah provinsi di Indonesia meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. PT Pelindo III menjalankan bisnis inti sebagai penyedia jasa kepelabuhan, dan memiliki peran kunci untuk menjamin kelangsungan dan kelancaran angkutan laut. Kehadiran pelabuhan sangatlah krusial dalam bidang transportasi laut. Berdasarkan UU No. 17 ...
Jika ada keinginan, maka sampaikanlah kepada dirimu sendiri. Setiap hal yang telah kamu rencanakan, usahakanlah, dan berdo'alah. Jangan biarkan dirimu menunggu bola. Mulai hari ini, detik ini juga sampaikanlah apa keinginanmu, jemputlah bola itu, giringlah hingga sampai ke tempat tujuan yang kamu inginkan. Hidup hanya sekali, jangan buat dirimu dikalahkan oleh rasa kecewa suatu saat nanti :). Katakan pada dunia kamu akan sukses dan katakan lagi pada semua orang agar mereka ikut sukses bersamamu. Marilah kita memulai langkah menjadi orang yang berguna bagi orang lain :)
Pelangi di Mataku              Sepasang mata kejora menatap ke arahku. Sepuan bibir senja menuai cerita. Bilamana ada jalan di ujung perantauan, Jikalau ada tinta di ambang kertasku. Aku ingin menulis, melukis kata di wajah permaimu. Biar dunia jadi saksi, biar kertas jadi ijazah. Aku ingin bercerita. Mengapa ada wajah melimbung bahtera. Mengingatmu bak pualam magma. Betapa riang, betapa senang. Dan harus kukatakan padamu. Aku sangat merindukanmu.
Image
Sorak Pemimpin Baru Gegap mentari mulai menari Gayung bersambut meraih ambisi Entah warna A, entah warna B Rakyat papa bertaruh harap Napas kami di setiap Anda Jangan kau kecewakan kami Pasang spanduk sana-sini Umbar janji kesana-kemari Kami butuh bukti Tak usang janji puisi Akankah kau akan peduli ? Tentukan masa depan bangsamu ! ilamana kelam menikam kalnu Tangis menyesaki ibu pertiwi Pemimpinku.... Calon pemimpin bangsaku Kumohon bahagiakan kaum kami Tak hanya umbar tampang di Televisi Ingat ! Ingatlah kami ! Nasibku, Hidupku, Puluhan, Ratusan kami Berebut centong Demi sesuap nasi Tampar ! tamparlah kami ! Jika nanti hukummu Kupijak tanpa aturan "9 Juli 2014" -INI-
Kawan-kawanan Aku tak paham arti sebuah kawan Dia datang. dia pergi Tanpa arah, tiada pasti Aku disini, selalu disini Menantimu yang seolah membunuhku perlahan Mengeraskan hati Menggerus harapan Kau datang ku dibuang Kau pergi ku dicari Jika itu yang begitu Aku tak menyalahkanmu Masih ada ribuan orang Yang tak terlarang Dalam kepura-puraan -langit mulai mendung-
Image
Penantian Merajut warna pelangi Merantau harap tapa intuisi Temaram perlahan merambati Akankah aku sudah terlambat ? Derai angin sudah menikung Gumpalan asap membumbung Aku mencintaimu Haruskah sesulit itu Kukatakan padamu ? Menunggu berumbai-rumbai Tiada kata kulukis permai Biar senja masih membayang Merangkak pasti menuju petang            Sampai kapan lagi ? -INI-