Sepandai-pandainya manusia ialah ia yang pandai bersyukur Angin berembus, mencipta dingin tak terkira yang menghunus kulit Lampu kiri kanan jalan menebar cahaya sekeliling Mempermudah langah-langkah kami untuk beradu dengan jalanan yang sepi Pukul 02.00 dini hari Biasanya aku sudah terlelap di jam-jam ini, atau kalau sedang mengalami masa begadang aku sedang bersiap-siap menuju tidur Tapi lain dengan hari ini, bersama teman-teman organisasiku Kami menyusuri jalanan Tak kusangka Di kanan kiri jalan, kudapati orang-orang beraktivitas Layaknya siang kala matahari menyingsing Mereka yang menyapu jalanan, mendorong gerobak dengan gunungan sampah Mereka yang mengayuh perlahan sedel penggerak lingkaran roda Mereka yang bersiap-siap menjajakan dagangannya di selasar jalanan Kulirik lagi jam tanganku, masih jam dua lebih lima belas menit, "Gilak ! Kalau mereka jualan jam segini, jam berapa mereka mulai mempersiapkan dagangannya?" pikirku "Gilak, lantas kap...
Comments
Post a Comment