Posts

Showing posts from June, 2017

Kepingan Cerita Indahnya Bersyukur (2)

Di ruangan persegi panjang yang cukup luas, berjejeran figura-figura berisikan wajah-wajah pahlawan Indonesia, mulai dari Cut Nyak Dien, Ki Hajar Dewantara, Supriyadi, Pattimura, dan yang lainnya, pun lengkap dengan foto Presiden dan Wakil Presiden yang sedang tersenyum seolah-olah ingin menyapa dua gadis perempuan yang kini berada di ujung ruangan kelas. "Selamat yaa semester kemarin kamu dapet rangking satu," ucap Ratna "Pasti kamu dapat hadiah yaa dari orang tuamu senangnyaaa," tambahnya lagi "Aku tidak dapat hadiah apa-apa," ujar Rissa "Masak? aku saja yang tahun ini rangking tiga dapat boneka baru, tahun kemarin aku dibelikan baju baru sama orang tuaku" tambah Ratna dengan polosnya. "Emm, ngga tau tapi aku bener tidak diberi apa-apa kok" "Ayahku aja janji, kalo aku dapat rangking satu aku mau dibeliin sepeda lhoo, tapi selalu kamu yang jadi rangking satu," tutur Ratna sedih "Oo mungkin karena aku serin...

Kepingan Cerita Indahnya Bersyukur (1)

Kepingan ingatan tentang hal-hal yang sepantasnya kita syukuri Sebagai salah satu manusia era kini, yang lazim, dekat dan akrab dengan teknologi media sosial instagram, momen-momen berkumpul menjadi viral di akhir ramadhan seperti ini. Kupikir akan terus berlanjut hingga pasca lebaran. Mulai dari event-event buka bersama dengan kelompok teman A hingga kelompok teman Z. Dilanjut event-event reuni dari reuni SMA, SMP, SD, TK (mungkin) hingga momen berkumpulnya sahabat-sahabat dan teman-teman yang entah bertemu dimana dan tentunya momen-momen berkumpul dengan keluarga, baik keluarga inti mapun keluarga dari mbah, mbahnya mbah, dan lain-lainnya. Kali ini saya ingin mendongeng, Alkisah, sang tokoh utama dalam cerita (sebut saja Rissa) sedang asik mengscroll-up media instagram yang memang sedang eksis dan digandrungi berbagai usia. Di waktu-waktu yang seperti ini, minim postingan foto selfi, yang masuk grade atas adalah foto bareng-bareng di kafe-kafe dengan agenda-agenda yang se...

Takjub

Langit gelap, tanpa bintang. Meskipun tak ada awan kumulus yang bergegas menampakkan dirinya bersama dengan rintik hujan. Langkah-langkah bergegas, aku pun begitu. Kupikir aku terlambat, kupercepat langkahku mengambil air wudhu dan menaiki anak tangga MasyaAllah....luar biasa banyak.... Kupikir tak akan sebanyak ini,.. Shalat tarawih di malam ke-21 ramadhan Sehabis shalat, aku mencoba membuka obrolan dengan orang-orang di sampingku. Anak kecil, Syabilla namanya, 10 tahun, ia datang untuk menghafal Al-Qur'an MasyaAllah... Perempuan paruh baya, dari Jember, satu keluarga ke Solo pun juga untuk menghafal Al-Qur'an Singkat cerita, aku bertemu dan berkenalan dengan perempuan berbagai usia, ada yang dari Jakarta, dari Jogjakarta, dari Jawa Barat, dari Jawa Timur untuk menghafal Al-Qur'an di acara I'tikaf Qurani yang diselenggarakan masjid kampusku. Bahkan, kudengar-dengar, ada peserta I'tikaf yang berasal dari luar pulau. Dengan total keseluruhan 1000 p...

Estafet Kebaikan

Sering kita berpikir Kenapa ya Allah selalu baik kepada kita? Kenapa Allah selalu menolong kita, bahkan sebelum kita meminta kepadaNya Sering sekali... Kita berpikir bahwa Allah selalu ada untuk kita Kapanpun Dimanapun Akhir-akhir ini aku menemukan sedikit jawaban Bahwa Allah memang selalu baik kepada hamba-hambaNya Karena Allah percaya kepada kita Karena Allah percaya kita siap mengemban amanah Untuk mengestafetkan kebaikan Agar kita dapat membantu orang-orang lain yang kesusahan Bukan tanpa sebab Allah berbuat baik kepada kita Telah disebutkan perintahnya, Hablum minnallah Hablum minannaas Allah percaya kepada kita Bahwa kita akan istiqomah membantu siapapun Lantas, apa yang sudah kamu lakukan selama ini? Malukah sama Allah? :)

Orang-orang Baik dan Mereka yang Terkuat

Langkahku belum juga sampai di depan pintu, Mereka menghambur Merengkuh dan memelukku begitu saja Bergantian Bahkan aku belum mengenal mereka Senyum mereka menyeruak Mengembang di pipi-pipi kurus mereka "Astaga, gigi mereka pada gigis"  batinku sambil tersenyum "Astaga, tangan mereka bintik-bintik" ujarku kemudian (masih dalam hati) Icha tersenyum, ia paham apa yang kusebutkan dalam hati Mereka menyalamiku satu per satu Masih dengan senyum yang sama Mengenalkan nama-nama mereka Hingga aku hampir melupakan dimana aku berada Aku bersama mereka yang mengidap HIV/AIDS sejak lahir Ah rasanya aku mendadak ingin menangis kemudian Mereka tetap tersenyum Kini menarik dan mengajakku bermain Mereka rata-rata di bawah 7 tahun kurasa Ada yang 3 tahun Mereka yang terkuat Yang terkucilkan oleh stigma dan rasa takut sekeliling Bersama mereka kutemui senyum-senyum yang lain Yang tak kalah manisnya Mereka, para orang-orang baik Yang senantiasa meraw...

Menjadi Yang Dicintai

Akhir-akhir ini saya mempertanyakan beberapa hal, Terkait pemimpin, kepemimpinan, dan satu kata tambahan, 'Yang Dicintai' Setiap orang bisa menjadi pemimpin, bisa mengarahkan, bisa menjadi panutan, bisa membahagiakan orang lain, dan bisa tentunya menjadi role model bagi orang lain. Mungkin saya dan teman-teman yang membaca tulisan saya ini sudah khatam akan makna definitif kata pemimpin. Dengan menjadi pemimpin seseorang bisa mengajak, mempengaruhi, dan membuat orang lain melakukan apa yang pemimpin katakan. Menjadi pemimpin memang terlihat keren, terlihat gagah, dan memiliki kekuasaan lebih dibanding mereka yang dipimpinnya. Mungkin teman-teman yang membaca tulisan saya ini pun sejatinya merupakan pemimpin, yang memimpin dirinya sendiri, yang memimpin orang lain baik dengan sengaja maupun tidak. Tentunya, ada pemimpin yang baik, ada pula pemimpin yang buruk. Ada yang sanggup membawa kebaikan, ada yang justru sebaliknya. Semenjak saya berada ...

Bulan Tersenyum di Wajahmu

"Segala apapun di dunia ini atas kuasaNya Mbak, Ia maha berkehendak atas segala sesuatu," ujar Dimas kepadaku Angkasa menggenapkan janjinya untuk sejenak mengistirahatkan mentari Gemerlap bintang malu-malu menampakkan diri Hanya satu dua kurasa Aku bertemu dengannya malam ini Bertemu rembulan yang mengajakku tersenyum Meskipun perih Meski aku harus menahan sekuat tenaga agar air mataku tidak tumpah Hatiku teriris Tak sanggup "Doakan saja Mbak, aku percaya Allah selalu menolong hamba-hambaNya," ujarnya lagi Aku tersenyum Perih " Kamu bercita-cita buat jadi apa Dek ke depan? " tanyaku " Apa ya Mbak.., jadi pengusaha, bikin usaha sendiri Mbak ," jawab Dimas Aku tahu kamu hanya ingin sembuh secepatnya Dim, ujarku dalam hati Allah Aku tidak sanggup "Kamu daftar SBMPTN kan?" tanyaku "Daftar Mbak, tapi sama aja, aku nggak ikut tes Mbak, udah gabisa jalan," ujarnya lagi Aku kembali tersenyum ...

Tukang Komentar

Baru-baru ini aku sedang mengoreksi diriku sendiri Aku baru menyadari bahwa aku memang suka berkomentar Entah berkomentar tentang apapun itu Entah dengan solusi maupun non solutif Mungkin kadang orang-orang berpikir aku begitu menyebalkan Terlalu banyak bicara dan berkomentar Mengomentari berbagai persoalan Mungkin pula orang-orang jadi begitu takut denganku Atas komentar-komentar dariku Atas saran-saran yang terkadang tak masuk akal Mungkin orang-orang pun sebal denganku Yang sering pula tak memberikan solusi atas hal-hal yang aku komentari Tapi kembali lagi, Bukankah ketika kita melihat sesuatu hal salah atau kurang benar kita memang berkewajiban untuk mengingatkan? lantas apa yang salah dengan berkomentar? Daripada kita diam saja melihat sesuatu yang salah dan mendiamkannya lebih baik kita angkat bicara bukan? Lalu apa yang salah dengan berkomentar? Dibilang tidak solutif? Bukankah kita manusia biasa? Bukan manusia supercerdas yang sanggup memberikan jaw...

Pasukan Kebaikan

Karena sesunguhnya orang baik itu banyak Orang yang ingin berbuat baik itu banyak Mereka hanya butuh tempat untuk berbuat kebaikan Mereka hanya butuh tangan yang menggerakkan Betapa bahagianya aku hari ini Bersama sahabat dan teman-temanku yang baik, aku mengikuti beberapa kegiatan yang diadakan oleh organisasi mahasiswa di kampus. Mahasiswa yang katanya acuh itu tak kutemukan sama sekali disini Pagi buta, sekitar pukul dua dini hari sekitar 60an orang rela bangun dan beranjak untuk Sahur On The Road -- membagikan bungkus-bungkus nasi sebagai santap sahur untuk masyarakat Kota Solo Tak kulihat sesal dan sedih sedikitpun dari mereka Semuanya tampak bahagia, meski ada beberapa yang telihat menahan kantuk karena menggadaikan tidurnya Mereka begitu bersemangat Dengan senyum dan pipi yang mengembang Sore hari, masih dengan kegiatan yang tak berbeda jauh Kutemukan lagi pasukan-pasukan kebaikan dengan dominasi orang-orang berbeda Tak ada keluhan, menjinjing belasan kotak...

Bersyukur Sebanyak-banyaknya

Sepandai-pandainya manusia ialah ia yang pandai bersyukur Angin berembus, mencipta dingin tak terkira yang menghunus kulit Lampu kiri kanan jalan menebar cahaya sekeliling Mempermudah langah-langkah kami untuk beradu dengan jalanan yang sepi Pukul 02.00 dini hari Biasanya aku sudah terlelap di jam-jam ini, atau kalau sedang mengalami masa begadang aku sedang bersiap-siap menuju tidur Tapi lain dengan hari ini, bersama teman-teman organisasiku Kami menyusuri jalanan Tak kusangka Di kanan kiri jalan, kudapati orang-orang beraktivitas Layaknya siang kala matahari menyingsing Mereka yang menyapu jalanan, mendorong gerobak dengan gunungan sampah Mereka yang mengayuh perlahan sedel penggerak lingkaran roda Mereka yang bersiap-siap menjajakan dagangannya di selasar jalanan Kulirik lagi jam tanganku, masih jam dua lebih lima belas menit, "Gilak ! Kalau mereka jualan jam segini, jam berapa mereka mulai mempersiapkan dagangannya?" pikirku "Gilak, lantas kap...